Skip to main content

Implementasi Cinta Kepada Orang Tua (Parentium)

Siapa orang yang tak pernah bergetar hatinya, tersentuh sanubarinya ketika mendengar kata orang tua?? Jika ada yang tak pernah merasakan hal itu, berarti dia belum mengerti apa arti perjuagan orang tua dan dia tak pernah mencintai orang tua dengan sepenuh hatinya. Foto diatas adalah foto kedua ibu ku, dimana ibu yang telah melahirkan dan membesarkanku. Aku bangga mempunyai mereka, dengan semua keterbatasanku yang belum mampu membahagiakan kedua ibuku, tapi aku selalu berusaha untuk membuat mereka bahagia. Aku dilahirkan dan dibesarkan oleh ibu yang berbeda, tapi aku menyayangi mereka berdua, rasa cinta, rasa sayang yang sering aku ungkapkan takkan pernah bisa menggantikan semua jasa kedua orangtua ku. Sedih.., pasti sedih perjalanan panjang yang aku lalui sampai saat ini, tidak lepas dari dukungan dan paling utama adalah doa dan Ridho dari orangtua khususnya ibu. Saat ini hanya doa yang dapat aku panjatkan kepada Allah SWT, agar mereka senantiasa sehat, panjang umur dan selalu mendapat kebahagiaan. Aamiin Hal yang paling sedih, yang membuatku sangat terpuruk adalah ketika ibu asuhku sakit, dan aku tak bisa pulang karena ada di Asrama, namun ketika ada kabar bahwa Ibu asuhku sudah sangat tak berdaya aku pulang ke rumah, ya tepat tanggal 9 Ramdhan tahun 2020 aku pulang, dan tepat 10 hari setelah aku dirumah, ibu melepaskan nafas terakhir di tanggal 19 ramadhan, ya.., 10 hari yang begitu indah karena bisa setiap hair bersamanya, menemaninya, tersenyum bersamanya, sedihh rasanya namun aku bahagia karena ibu asuhku meninggal di bulan suci ramadhan, aku senantiasa berdoa semoga beliau husnul khotimah dan senantiasa mendapat magfirah dari Allah SWT. Hal terbaik selalu aku usahakan untuk kedua orangtua dan keluargaku, hingga saat ini aku bisa berdiri kuliah di Universitas Nusa Putra Semester 6 ini adalah salah satu cara untuk mengangkat derajat orangtuaku agar mereka bisa bahagia dengan segala hal yang sedang aku usahakan untuk mereka. Semoga kita semua yang selalu membahagiakan kedua orang tua mendapat kemudahan dan kelancaran dalam segala aktivitas kita dari Allah SWT . Aamiin Baca Disini

Comments

Popular posts from this blog

Implementasi Cinta Kepada Sesama (Concervis)

Masih berbicara tentang Asrama, bersama mereka para kuncen. sahabat-sahabat surga yang sangat-sangat aku sayangi :’( setelah 2,5 tahun hidup dalam satu atap dan kini kita dipisahkan karena sudah ada kesibukan masing-masing. Kuncen DORA dan adik-adik yang aku sayangi dan sering aku repotkan, layaknya di rumah ketika kita berada di Asrama mereka adalah keluarga kedua, bagaimana kita beradaptasi dengan orang-orang yang belum kita kenal, sampai akhirnya sampai kita saling memahami dan mengerti satu sama lain. Kasih sayang yang mereka berikan setulus hati, ketika salah satu dari kita ada yang sakit, kita saling merawat, ketika ada yang jatung kita saling membagunkan, indah rasanya ketika semua di dasari kasih sayang. Tak usah aku sebutkan satu-satu namanya, orang-orang yang ada di foto ini adalah orang-orang hebat yang telah membersamaiku 2,5 tahun bahkan sampai saat ini. Waktu yang berputar dan jarak yang semakin memisahkan membuat rasa rindu semakin dalam, namun tak mengurangi rasa ...

MAKNA TRILOGI NUSA PUTRA

Trilogi Nusa Putra adalah Cinta kepada Tuhan, Cinta kepada Orang Tua, dan Cinta kepada Sesama Manusia. Setiap generasi tentu memiliki penafsiran berbeda mengenai cara dan memaknai kata ketiga cinta tersebut. Generasi millenials, misalnya, adalah adalah generasi terbuka. Generasi millenials atau lazim disebut gen Y, tentunya memiliki penafsiran berbeda dengan generasi sebelumnya atau gen X dalam hal memaknai Cinta kepada Tuhan, Cinta kepada Orang Tua, dan Cinta kepada Sesama Manusia. “Contoh perbedaan paling sederhana antara gen Y dan X adalah dalam hal memaknai Cinta kepada Tuhan. Bagi gen X, mencintai Tuhan, pada masanya, identik dengan ibadah ritual seperti shalat dan membaca ayat-ayat suci AlQuran,” jelas Rektor Universitas Nusa Putra Dr. Ir. H. Kurniawan, M.Si., MM., Senin (13/8/2018). Dengan demikian, pola dalam mendidik generasi millenials tentu berbeda dengan cara orang tua mendidik gen X dulu. “Walaupun syarat dan tata cara beribdahnya tetap sama, tetapi jika dulu gen X ...