Skip to main content

Implementasi Cinta Kepada Sesama (Concervis)

Memberi tidak harus berupa rupiah jika kita belum mampu melakukannya, bagaimana kita dapat menjadi orang yang bermanfaat untuk orang-orang yang ada di sekitar kita. Ketika tidak bisa memberi harta, maka berilah tenaga jika tak bisa maka ikutlah untuk memikirkan jika tak bisa juga maka dukunglah selagi hal itu baik untuk semua orang. Ini adalah salahsatu kegiatanku setelah magrib sampai isya, aku membantu kakak pertamaku setiap hari senin sampai kamis untuk mengajar mengaji di rumah kepada anak-anak yang ada di sekitar perumahan. Bukan untuk mencari harta ketika kita memberikan sedikit ilmu kita untuk anak-anak, namun rasanya senang ketika di kelilingi anak-anak kecil walau terkadang suka bikin kesel. Hehe Cinta kasih sesama manusia dapat kita implementasikan dengan menyayangi orang-orang di sekitar kita, tanpa balas jasa, dengan keikhlasan hati kita mengajar dan mendidik mereka. Senyuman mereka dapat membuat rasa lelah menjadi hilang. Kadang ketika kita punya sedikit makanan dan diberikan kepada mereka, mereka begitu sangat senang, bukan dari banyaknya namun dari sedikit tapi berkah. Mereka adalah salah satu harapan bangsa, yang dapat kita bantu dalam pendidikannya, karena etika dan sopan santun tidak dapat terbentuk sendiri namun harus ada bimbingan dari orang-orang yang ikhlas dalam mendidik mereka, semoga mereka dapat menjadi penerus bangsa yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Aamiin. Baca Disini

Comments

Popular posts from this blog

Implementasi Cinta Kepada Orang Tua (Parentium)

Siapa orang yang tak pernah bergetar hatinya, tersentuh sanubarinya ketika mendengar kata orang tua?? Jika ada yang tak pernah merasakan hal itu, berarti dia belum mengerti apa arti perjuagan orang tua dan dia tak pernah mencintai orang tua dengan sepenuh hatinya. Foto diatas adalah foto kedua ibu ku, dimana ibu yang telah melahirkan dan membesarkanku. Aku bangga mempunyai mereka, dengan semua keterbatasanku yang belum mampu membahagiakan kedua ibuku, tapi aku selalu berusaha untuk membuat mereka bahagia. Aku dilahirkan dan dibesarkan oleh ibu yang berbeda, tapi aku menyayangi mereka berdua, rasa cinta, rasa sayang yang sering aku ungkapkan takkan pernah bisa menggantikan semua jasa kedua orangtua ku. Sedih.., pasti sedih perjalanan panjang yang aku lalui sampai saat ini, tidak lepas dari dukungan dan paling utama adalah doa dan Ridho dari orangtua khususnya ibu. Saat ini hanya doa yang dapat aku panjatkan kepada Allah SWT, agar mereka senantiasa sehat, panjang umur dan selalu menda...

Implementasi Cinta Kepada Sesama (Concervis)

Masih berbicara tentang Asrama, bersama mereka para kuncen. sahabat-sahabat surga yang sangat-sangat aku sayangi :’( setelah 2,5 tahun hidup dalam satu atap dan kini kita dipisahkan karena sudah ada kesibukan masing-masing. Kuncen DORA dan adik-adik yang aku sayangi dan sering aku repotkan, layaknya di rumah ketika kita berada di Asrama mereka adalah keluarga kedua, bagaimana kita beradaptasi dengan orang-orang yang belum kita kenal, sampai akhirnya sampai kita saling memahami dan mengerti satu sama lain. Kasih sayang yang mereka berikan setulus hati, ketika salah satu dari kita ada yang sakit, kita saling merawat, ketika ada yang jatung kita saling membagunkan, indah rasanya ketika semua di dasari kasih sayang. Tak usah aku sebutkan satu-satu namanya, orang-orang yang ada di foto ini adalah orang-orang hebat yang telah membersamaiku 2,5 tahun bahkan sampai saat ini. Waktu yang berputar dan jarak yang semakin memisahkan membuat rasa rindu semakin dalam, namun tak mengurangi rasa ...

MAKNA TRILOGI NUSA PUTRA

Trilogi Nusa Putra adalah Cinta kepada Tuhan, Cinta kepada Orang Tua, dan Cinta kepada Sesama Manusia. Setiap generasi tentu memiliki penafsiran berbeda mengenai cara dan memaknai kata ketiga cinta tersebut. Generasi millenials, misalnya, adalah adalah generasi terbuka. Generasi millenials atau lazim disebut gen Y, tentunya memiliki penafsiran berbeda dengan generasi sebelumnya atau gen X dalam hal memaknai Cinta kepada Tuhan, Cinta kepada Orang Tua, dan Cinta kepada Sesama Manusia. “Contoh perbedaan paling sederhana antara gen Y dan X adalah dalam hal memaknai Cinta kepada Tuhan. Bagi gen X, mencintai Tuhan, pada masanya, identik dengan ibadah ritual seperti shalat dan membaca ayat-ayat suci AlQuran,” jelas Rektor Universitas Nusa Putra Dr. Ir. H. Kurniawan, M.Si., MM., Senin (13/8/2018). Dengan demikian, pola dalam mendidik generasi millenials tentu berbeda dengan cara orang tua mendidik gen X dulu. “Walaupun syarat dan tata cara beribdahnya tetap sama, tetapi jika dulu gen X ...